Posts

It's me, newest me!

  Happy New Year! Selamat tahun baru 2026. Yap, 2026. Pertama kali aku nulis blog itu di tahun 2018 which is saat itu usiaku baru 18 tahun. Bahkan, cerita pertama yang aku share juga tentang perjuangan test masuk Perguruan Tinggi Negeri yang alhamdulillahnya untuk chapter cerita itu aku berhasil happy ending . Ternyata punya jejak tulisan seperti itu tuh berharga banget yaa. Setelah 8 tahun berlalu rasanya kayak bisa lihat Hanny versi 18 tahun lagi menggebu-gebu ngetik cerita tentang perjalanan dia masuk kuliah di kampus negeri. Emang bukan Top 1 University sih, tapi buat Hanny remaja saat itu bisa kuliah aja udah jauuuh banget dari kata cukup. Itu merupakan kesempatan untuk membangun jembatan ke kehidupan yang lebih baik. Buat dirinya dan keluarganya. Memilih buat nekad masuk kuliah negeri saat itu merupakan campur tangan juga dari banyak pihak. Ada hasil keringat Mama yang berjuang kerja banting tulang tanpa malu ngerjain apapun yang Mama bisa. Ada kemurahan hati Uwak juga yang m...

Jangan Ditelan Sendirian!

" unexpressed emotions will never die, they are burried alive and will come forth later in uglier way” - Sigmun Freud Seberapa sering ya kita memendam banyak emosi yang kita rasakan? Perasaan yang sering banget kita anggap sepele dan kayak nggak perlu aja gitu untuk di sampaikan ke pihak yang bersangkutan. Bahkan, buat ceritain perasaan kita ke orang terdekat pun rasanya kayak enggan karena merasa ini berlebihan. Padahal, semua emosi yang kita rasakan itu valid. Nggak ada perasaan yang "lebay". Entah itu perasaan marah, sedih, kecewa, happy.  Ya, semua itu boleh kita rasakan dan nggak salah kalau kita ungkapkan. Tapi, seringnya, aku pun sedikit kesulitan buat mentransfer perasaan itu dalam bentuk lisan. Takut kalau ternyata nanti malah bikin orang yang dengar ceritaku malah sedih atau terbebani. Apalagi kalau harus ceritain langsung ke pasangan/orangtua/sahabat, itu rasanya jauh lebih susah dibandingkan bilang "aku baik-baik aja kok".  Kenapa bohong jadi kerasa...

5 Alasan Perempuan Perlu Menuntut Ilmu Setinggi-tingginya. Karena Kalian Berdaya!

Rupa cantik pada wanita adalah anugerah namun wanita tidak bisa hanya berbangga dengan rupanya, hingga meninggalkan kemampuan otaknya. Perempuan hendaknya menuntut ilmu setinggi-tingginya, dan memantaskan diri untuk menjadi lebih baik. Menjadi mandiri dan berbangga dengan diri sendiri, karena cita-cita dapat digapai, memiliki penghasilan sendiri, tidak tergantung pada lelaki. Apakah benar pendidikan tidak penting bagi perempuan? “perempuan tak perlu sekolah” adalah pandangan yang terlalu memandang perempuan dalam kacamata “ibu rumah tangga”, menekan perempuan untuk tidak bebas mengenyam bangku pendidikan. Saat ini dunia semakin maju, pria tidak bisa lagi mendominasi dalam segala aspek kehidupan, sehingga wanita saat ini pantas untuk berpendidikan. Jika wanita tidak bisa bebas menyampaikan isi pemikirannya, maka perempuan pada dasarnya tidak bebas atas dirinya sendiri. Perempuan yang mandiri memberi keuntungan untuk diri sendiri dan membawa keuntungan untuk le...

Suka Duka Jadi Seorang Guru di Era Milennial. Harus Kuat Mental dan Punya Kesabaran Maksimal

      Akhir-akhir ini banyak sekali pemberitaan di media sosial, internet, media masa, mengenai perlakuan tidak sopan siswa terhadap gurunya. Bahkan sampai ada yang viral karena ada siswa lain yang merekam dan mengunggah perbuatan pelanggaran etika itu ke dalam jejaring sosialnya. Miris rasanya melihat kejadian ini, yang terjadi bahkan sudah berkali-kali.     Suatu hari teman saya juga pernah bercerita, bagaimana susahnya mengajar di era milennial sekarang ini. Dia bertanya pada saya apakah hal itu terjadi karena dia dulu waktu sekolah termasuk salah satu siswa yang sedikit bandel? Tapi, menurut saya tidak. Karena saya sendiri pun mendapatkan perlakuan yang sama seperti apa yang dialaminya. Untuk itulah saya berkata padanya, kalau menjadi seorang guru harus memiliki kesabaran tingkat tinggi. Namun, teman saya tidak bisa bertahan lama. Hanya beberapa bulan saja dia mengajar, lalu memutuskan untuk keluar. Sebagai seorang teman saya tidak bisa berbuat banyak...

Perlukah Menempuh Pendidikan Paud atau Taman Kanak-kanak?

    Ramainya pendaftar pendidikan anak usia dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya sejak dini. Berdasarkan data dari pusat data statistik pendidikan dan kebudayaan tahun 2016, di Indonesia terdapat 79.878 PAUD dengan total jumlah siswa 3.764.025 dan 88.381 TK dengan jumlah siswa 4.605.809. Banyak alasan di balik fenomena ini, mulai dari sekedar mengikuti arus lingkungan, alternatif untuk mengisi waktu bagi anak, mengurangi waktu asuh oleh ART di rumah -- dikarenakan kedua orang tua bekerja, hingga mengejar persyaratan untuk masuk ke sekolah dasar impian. Namun, benarkah anak-anak usia di bawah 7 tahun perlu mengikuti sekolah formal, seperti PAUD dan TK ?      Taman Kanak-kanak awalnya merupakan jalur pendidikan alternatif bagi orang tua yang ingin mengenalkan anak-anaknya pada sistem belajar formal, cara membaca, menulis, berhitung, dan bersosialisasi dengan teman seusianya. Namun, ins...

Pengalaman SBMPTN Sistem Baru

Hello gengsss!! Di post kali ini, gue mau sharing ke kalian tentang pengalaman gue masuk perguruan tinggi negeri. So, buat kalian semua yang butuh informasi, semoga post -an gue bisa bermanfaat. Here we go! Awalnya, gue tuh suka banget searching tentang pengalaman orang-orang yang lebih dulu ikut ujian SBMPTN, atau SNMPTN, dan bahkan sampe pengalaman mereka ikut test mandiri yang asing di telinga. Seru aja gitu bacain blog-blog mereka, kayak gue juga bisa ngerasain gimana sakit hatinya ditolak snmptn, dan senengnya pas lolos sbmptn. Nah, darisitu gue jadi punya bayangan nanti pas kelas 12 gue harus ngelakuin apa, terus mulai terciptalah plan A, B, C, dst. Hahaha. Pas naik ke kelas 12, gue excited banget demi Allah. Nggak sabar mau daftar jalur ini, jalur itu, pokoknya ke-sotoy-an gue tiba-tiba tumbuh subur. Gue juga bertekad semester terakhir ini nilai gue harus meningkat jauh, sejauh gue dan dia sekarang,   dan meskipun sesuai target, sayangnya gue tetep nggak bisa...